Sejarah Kerajaan Skotlandia (Eropa Barat)

Apakah anda mengetahui suatu catatan penting mengenai sejarah dari kerajaan-kerajaan di Eropa ? Jika belum, maka akan saya suguhkan kepada anda secara rinci dan tentunya lengkap. Suatu catatan penting mengenai sejarah kerajaan Eropa yang saya maksud adalah mengarah ke kerajaan Skotlandia. Dan ternyata Skotlandia yang kita kenal sebagai negara seperti sekarang ini, dulunya adalah sebuah kerajaan. Letak dari kerajaan Skotlandia ini bertepatan di bagian Eropa Barat dengan mencakup sepertiga bagian utara dari pulau Britania Raya.

Seperti yang dilansir oleh beberapa ahli sejarah terkemuka, kerajaan Skotlandia ini didirkan pada tahun 843 SM. Dan pada akhirnya kerajaan ini pun resmi bergabung dengan kerajaan Inggris (927-1707) melalui sertifikat agregasi 1707. oleh karena segala proses pergabungan ini, berdirilah suatu kerajaan yang dinamai dengan kerajaan Britania Raya (1707-1800) dengan mencakup sekitar 1,1 juta jiwa penduduk.

Sedangkan seperti yang dilansir dari berbagai sumber, kerajaan Skotlandia ini sendiri bersatu pada tahun 843 SM, yang dimana raja asal Skotlandia yakni Raja Cinaed I yang memiliki peran penting akan perihal penyatuan tersebut serta sistem yang diterapkan di dalam kerajaan ini diketahui merupakan suatu produk yang diciptakan oleh pemerintahan kerajaan tersebut.

Sistem yang diterapkan ini pun berlangsung selama 850 tahun lamanya dan selain sistem pemerintahan, kerajaan Skotlandia juga turut andil dalam menciptakan sistem pendidikan mereka dan juga mengembangkannya dan bahkan, hingga saat ini sistem pendidikan kerajaan tersebut juga masih digunakan dalam jaman modern seperti ini. Dan seperti yang kita ketahui, satuan dan ukuran mata uang Skotlandia sangat berbeda dengan kepunyaan negara Inggris.

Pada awalnya, kerajaan Skotlandia hanya mempunyai sekaligus menguasai wilayah bagian utara yakni sungai Forth dan sungai Clyde. Sedangkan di wilayah bagian barat dikuasai secara penuh oleh orang dari Brython Statchlyde. Dan di wilayah bagian tenggara, merupakan wilayah kekuasaan penuh dari kerajaan proto Inggris Bernicia sejak pada tahun 638 SM yang dimana pada akhirnya wilayah bagian tenggara tersebut resmi dikuasai oleh Kerajaan Northumbria.

Sejak masa Constantie II, wilayah kerajaan Skotlandia ini terus menerus menjadi bahan perebutan oleh sejumlah pihak yang bersangkutan dan pada akhirnya, pada tahun 1018 resmi dikuasai secara penuh oleh orang yang berasal dari negara Skotlandia. Diketahui pada saat itu, Mael Coluim II memutuskan untuk melebarkan secara penuh seluruh wilayah bagian selatan hingga ke Sungai Tweed. Dan oleh karena semua proses yang dilakukan, maka hingga saat ini pun wilayah bagian selatan Skotlandia merupakan bagian wilayah perbatasan kerajaan Skotlandia di wilayah bagian tenggara.

Tepatnya pada tahun 1263, terjadi peperangan besar antara Kerajaan Skotlandia dengan Norwegia. Peperangan ini pun diyakini bernama peperangan Largs yang tujuan utamanya adalah dalam rangka memperebutkan wilayah Western Isles. Dan diketahui bahwa tidak ada pemenang dari peperangan Largs ini melainkan hasil peperangan ini berbuah suatu bukti bahwa orang-orang yang berasal dari Norwegia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan wilayah kekuasaan dari pulau terpencil yang terletak cukup jauh dari pusat wilayah pemerintahannya.

Pada akhirnya tepatnya pada tahun 1266, Magnus VI (selaku raja Norwegia pada saat itu) melakukan suatu rapat penting dengan penguasa Skotlandia. Dan segala hasil yang didapat dalam rapat tersebut adalah Perjanjian Perth. Seperti yang dilansir, isi dari perjanjian perth ini adalah pengakuan atas kekuasaan Skotlandia beserta segala hak untuk memaku persembahan atas pulau-pulau yang telah disepakati secara sah. Meskipun demikian, akan tetapi pada kenyataannya raja Norwegia tidak sepenuhnya melakukan segala perjanjian yang telah tertera pada perjanjian perth tersebut. Dan salah satu bukti nyatanya ialah masih terdapat banyak sekali para tuan tanah yang berkuasa di pulau kepunyaan Skotlandia yakni pulau Lord of the Isles.

Dan ternyata Skotlandia juga menjalin suatu hubungan kerja sama dengan Perancis. Kerjasama ini diacuhkan dalam Aliansi lama atau yang biasa disebut sebagai Auld Alliance. Perjanjian ini mulai tercipta sejak penandatanganan kerjasama secara resmi antara Raja Skotlandia yakni John Ballliol dan Raja Perancis yakni Philip IV dari Perancis pada tahun 1295.

 border=

Perjanjian yang dilakukan memiliki peran yang cukup penting antara hubungan Skotlandia dan Perancis hingga tahun 1560. Dari penjelasan yang terdapat di dalam perjanjian tersebut, dijelaskan mengenai status dari setiap rakyat yang berasal dari kedua negara ini yakni Skotlandia dan Perancis yang berhak untuk memiliki dua kewarganegaraan sekaligus. Meskipun demikian dan tepatnya pada tahun 1903, pihak Perancis memutuskan untuk membatalkan penjelasan yang dituliskan dalam perjanjian tersebut.

Namun, Skotlandia tetap mematuhi penjelasan dalam isi perjanjian tersebut secara sepihak, dan menganggap setiap warga yang berasal dari Perancis juga merupakan warga yang berasal dari Skotlandia, dan begitu pula sebaliknya. Disisi lain, sang raja Skotlandia yakni John Ballliol memiliki preferensi mengenai pentingnya usaha dalam rangka untuk menguasai kota Stirling dikarenakan nilai diplomatisnya.

Pada akhirnya, hal ini pun kemudian mengakibatkan pecahnya peperangan di Jembatan Stirling dan Jembatan Bannockburn, yang terjadi pada masa Perang Kemerdekaan Skotlandia. Dan perlu digarisbawahi bahwa beberapa tokoh penting seperti William Wallace dan Robert the Bruce dipastikan gugur dalam peperangan tersebut. Dan hingga saat ini pun, William Wallace dan Robert the Bruce merupakan tokoh yang memiliki peran yang cukup penting atas kemerdekaan negara Skotlandia hingga saat ini.

Dan begitulah kira-kira sedikit pembahasan mengenai Sejarah Kerajaan Skotlandia yang dapat saya suguhkan kepada anda. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda mengenai sejarah yang terdapat di kerajaan eropa barat. Sekian dan Terima kasih.